Buku Maya
Pikir-Pikir

Australia Multiculture

Pengantar

Orang-orang Australia berasal dari seratus lebih negara yang berbeda-beda. Ada banyak bangsa dan kebudayaan di Australia.  Orang-orang Aborijin, telah hidup di Australia selama lebih dari 50.000 tahun. Orang Inggris memutuskan untuk menetap di Australia sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Dalam dua ratus tahun terakhir, arus imigrasi sangat memberikan andil terhadap pertumbuhan penduduk Australia. Antara tahun 1788 dan 1947 para migran datang dari Inggris dan Irlandia. Sesudah Perang Dunia II terjadi arus  perpindahan penduduk ke Australia dari banyak negara. Antara tahun 1950 dan tahun 1973 kebanyakan migran datang dari Eropa. Sejak saat itu, terdapat kenaikan arus migrasi dari Timur Tengah dan dari Asia. Pada tahun 1975, 20% dari jumlah penduduk dilahirkan di luar Australia. Pada tahun 1995 jumlah ini naik menjadi 23%, yakni satu dari setiap empat orang Australia dilahirkan di luar negeri.

Antara tahun 1984 dan 1994 jumlah orang Australia kelahiran Asia sangat meningkat. Pada tahun 1994, 5% dari jumlah penduduk dilahirkan di Asia. Pada tahun 1994-95 kelompok migrant kelahiran luar negeri yang paling pesat pertumbuhannya adalah dari Indonesia, Hong Kong dan Makau. Meskipun kebanyakan orang Australia  kelahiran luar negeri berasal dari Eropa, arus migrasi dari Eropa telah sangat menurun jumlahnya dibandingkan arus migrasi dari Asia.

Multikulturalisme

Meskipun orang Australia berlainan asalusulnya, mereka hidup damai antara yang satu dan yang lain. Ada toleransi terhadap kebudayaan dan bangsa yang berlainan. Hukum Australia melindungi orang dari diskriminasi ras. Kebijakan untuk bersikap toleran dan untuk melindungi kebudayaan yang berbeda tersebut disebut multikulturalisme. Kebudayaan yang dominan di Australia selama dua dasawarsa terakhir adalah yang berasal dari Inggris. Ini merupakan akibat dari zaman   kolonial

Para migran ke Australia dulunya cenderung mengikuti kebudayaan yang dominan. Mereka cenderung makan, berpakaian dan berolahraga seperti orang Australia yang berasal dari Inggris. Sejak tahun 1960-an aspek kebudayaan seperti ini di Australia telah berubah. Orang-orang didorong untuk mempertahankan kebudayaan mereka sendiri. Sekarang para migran lebih dimungkinkan untuk mempertahankan warisan budaya mereka. Bahasa yang digunakan oleh kelompok-kelompok migran yang penting diajarkan di sekolah-sekolah dan di universitas-universitas. Ada program radio dan televise yang menggunakan bahasa asing.

Hal ini membantu timbulnya perasaan jati diri bagi semua orang Australia, dan juga menimbulkan  kebhinekaan bagi Australia serta membantu terciptanya masyarakat yang toleran. Kebijakan di Australia dimaksudkan untuk menjaga kerukunan melalui multikulturalisme. Menurut kebijakan ini, semua orang Australia bebas untuk hidup di tempat yang dipilihnya dan bebas untuk mempertahankan kebudayaannya. Mereka dapat menggunakan dan mempelajari bahasanya. Mereka bebas untuk menjalankan agamanya. Orang-orang dari semua bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa adalah sama di mata hukum.

Orang bermigrasi ke Australia

Orang bermigrasi ke Australia karena alasan-alasan yang berbeda. Kebanyakan mereka datang  ke Australia dengan alasan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik bagi dirinya sendiri maupun bagi anak-anaknya. Australia adalah sebuah negara yang besar dan negara-negara bagiannya mempunyai kondisi yang sesuai untuk tempat menetap. Dulu para migran Inggris datang ke Australia untuk membuka daerah pertanian. Ketika ditemukan emas, banyak orang yang cepat-cepat pindah ke Australia. Kemudian ditemukan mineral berharga lainnya di Australia. Banyaknya migran yang datang ke Australia adalah karena peluang-peluang yang ditawarkan oleh tanah negeri tersebut. Juga ada migran yang datang ke Australia untuk mengungsi dari persoalan di negeri asalnya. Australia menjadi sorga yang aman bagi mereka. Contoh-contoh migrasi jenis ini adalah:

  • Pada tahun 1950-an, yang bermigrasi adalah orang-orang yang menderita selama Perang Dunia II di Eropa;
  • Pada tahun 1960-an, orang-orang yang  menghindar dari komunisme di Eropa Timur
  • Pada tahun 1970-an, orang-orang yang mengungsi dari perang saudara di Lebanon
  • Pada tahun 1970-an, orang-orang yang mengungsi dari kerusuhan di Cile dan El Salvador
  • Pada tahun 1970-an dan 1980-an, pengungsi dari Vietnam, Kamboja, dan Laos pada tahun 1980-an dan 1990-an, orang-orang yang meninggalkan Hong Kong karena masa depannya tidak menentu
  • Pada tahun 1990-an, orang-orang yang menyingkir dari negara yang dulu disebut Yugoslavia.

Ada migran yang mengalami kesulitan di Australia. Perpindahan dari satu negara ke negara lain selalu membawa masalah. Masalah utama yang dihadapi oleh para migran adalah bagaimana cara belajar bahasa Inggris. Pengetahuan bahasa Inggris perlu sekali untuk bekerja dan hidup di Australia. Kesulitan lain  menyangkut ketrampilan yang harus dimiliki  untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai. Namun, kedamaian dan toleransi yang ada di Australia sangat membantu para migran ini. Mereka telah berhasil mengatasi kesulitan dan hidup di Australia. Anak-anak mereka dibesarkan di Australia dan berhasil baik. Banyaknya kebudayaan yang berbeda telah menjadikan Australia sebagai tempat yang menarik.

Orang Aborijin

Orang Aborijin atau penduduk asli telah hidup di Australia selama lebih dari 50.000 tahun. Kebijakan multikulturalisme mendorong mereka untuk memelihara kebudayaan mereka. Banyak orang di Australia berminat terhadap kebudayaan Aborijin. Seni dan musik Aborijin telah menjadi populer.

Kaitan dengan Eropa

Pada Abad Kelima Belas para pelaut mulai  menjelajahi negeri-negeri yang jauh. Bangsa  Portugis mendirikan daerah-daerah jajahan di  Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang kemudian  diikuti oleh bangsa Inggris, Prancis, dan Belanda.  Zaman penjelajahan dan penjajahan ini  mempunyai dampak yang kuat terhadap dunia.

Hubungan awal antara Eropa dengan Australia  dilakukan melalui orang Portugis dan Belanda.  Benua Australia dapat dilihat dalam peta-peta  Portugis lama. Mereka menamakannya Jawa  Besar. Orang Belanda menyebutnya Holand Baru.  Pada tahun 1642 orang Belanda bernama Abel  Tasman berlayar dari Batavia (Jakarta) untuk   menjelajahi Australia bagian selatan. Dia sampai  di Pulau Tasmania. Tasman percaya bahwa  Australia tidak layak untuk tempat bermukim.  Oleh karena itu, selama abad berikutnya orang  Eropa tidak menunjukkan minat terhadap  Australia.

Kaitan dengan Inggris

Pada tahun 1770 seorang penjelajah Inggris   bernama Kapten James Cook sampai di pantai   timur Australia. Dia menganggap bahwa daerah  tersebut cocok untuk tempat tinggal. Pada tahun  1788 terbentuklah masyarakat narapidana Inggris  di Sydney.

Penduduk berbangsa Inggris tersebut berkembang,  dan tak lama kemudian juga berdatangan para  pemukim yang bukan narapidana. Mereka datang  untuk membuat daerah pertanian.   Kelompok-kelompok  masyarakat lain juga dibentuk di daerah-daerah  yang berlainan di Australia. Banyak orang  dari bangsa Irlandia dan Inggris bermukim di  Australia di awal Abad Ke-19 dan Ke-20. Orang- orang Inggris tersebut merupakan kelompok yang  beraneka ragam. Kelompok ini meliputi orang- orang Inggris, Skotlandia, dan Wales. Saat ini orang  Inggris dan Irlandia merupakan kelompokkelompok  terbesar di Australia. Telah berkembang  suatu kebudayaan yang jelas di Australia.  Kebudayaan tersebut kebanyakan didasarkan atas  kebudayaan kelompok terbesar ini.

Banyak ciri kebudayaan Australia yang  merupakan pengaruh Inggris. Bahasa yang  digunakan dalam pemerintahan dan pendidikan  resmi adalah bahasa Inggris. Pemilihan anggota  parlemen didasarkan atas sistem Inggris. Sistem  hukumnya didasarkan atas sistem hukum Inggris.  Banyak jenis olahraga populer di Australia yang  berasal dari Inggris, seperti permainan cricket,  sepakbola rugby, tenis, dan balapan kuda.

Cara pertanian di Australia dulunya didasarkan  atas cara pertanian di Inggris. Pertanian dan  peternakan tersebut menghasilkan makanan yang  dimakan oleh orang Inggris seperti daging sapi  dan gandum. Selama beberapa waktu, agama   Kristen Anglikan merupakan agama yang dulu  dianut oleh kebanyakan orang.

Kelompok migran Jerman

Sekelompok orang Jerman bermigrasi ke  Australia di tahun 1890-an. Mereka datang ke  Australia agar bebas menjalankan agama Kristen aliran Luther. Mereka datang ke Australia karena  tidak bebas menjalankan aliran kepercayaannya  tersebut di negara mereka sendiri. Aliran Luther  adalah sejenis agama Kristen Protestan. Mereka  bermukim di Lembah Barossa. Lembah tersebut  terletak 70 km di arah timur laut kota Adelaide.

Para migran Jerman menggunakan pengetahuan  dan ketrampilannya untuk membuat industri  minuman anggur. Mereka melihat bahwa tanah di  Lembah Barossa serupa dengan tanah di Lembah  Rhine di Jerman. Iklimnya cocok untuk produksi  minuman anggur. Musim panasnya beriklim  hangat dan kering dan musim dinginnya sejuk  dan lembab.

Sekarang Lembah Barossa mempunyai penduduk  kira-kira 18.000 orang. Ada 36 gereja di lembah  tersebut, dan kebanyakan beraliran Luther. Lembah  itu mempunyai ciri-ciri kebudayaan Jerman (Lihat  Gambar 9.9). Ada bangunan-bangunan bergaya  Jerman. Minuman anggur yang dihasilkan juga  bergaya Jerman dan toko-toko serta restorannya  menjual makanan gaya Jerman.

Lembah Barossa telah menjadi daya tarik  wisatawan. Para pengunjung dapat melihat festival  Jerman. Selama berlangsungnya festival, orang- orang mengenakan pakaian tradisional dan  menyajikan makanan tradisional. Para wisatawan  dapat mendengarkan lagu-lagu dan musik Jerman.

Orang Cina

Orang-orang Cina bermigrasi ke Australia dalam  jumlah besar selama Abad Ke-19. Mereka datang  ke daerah-daerah pertambangan emas yang saat  itu baru ditemukan. Jumlah mereka mencapai  Gambar 9.9: Orang Australia asal Jerman  kira-kira 100.000. Namun, oleh karena adanya  pembatasan imigrasi, jumlah mereka harus  dikurangi. Ada kira-kira 29.900 orang Cina  pada tahun 1901 dan hanya kira-kira 6.400 pada  tahun 1947.

Kedatangan para pencari emas bangsa Cina  membuat khawatir banyak pekerja Australia. Para  pekerja ini, yang kebanyakan keturunan Inggris,  menganggap bahwa orang-orang Cina ini akan  mengambil pekerjaan mereka karena mereka mau  saja dibayar rendah. Para pekerja Australia ini  juga menolak upaya petani domba ternak untuk  mendatangkan pekerja pertanian dari India.  Reaksi yang keras ini menyebabkan pemerintah  kolonial negara bagian untuk menggunakan  kebijakan imigrasi yang membatasi imigrasi Asia.  Sesudah timbulnya federasi, Pemerintah Australia  juga memberlakukan suatu kebijakan yang  membatasi imigrasi Asia. Kebijakan ini kemudian  dikenal sebagai Kebijakan Australia Putih.

Kebijakan ini dihapuskan pada tahun 1973.  Sejak tahun 1970-an jumlah penduduk Cina  Australia telah meningkat. Mereka berdatangan  dari Cina, Hong Kong, Taiwan dan beberapa  negara di Asia Tenggara. Sekarang ada kira-kira   250.000 orang Cina di Australia. Kira-kira dua  setengah persen orang Australia menggunakan  bahasa Cina di rumah. Ada daerah Pecinaan di  kota Sydney dan Melbourne. Orang Cina  mempunyai daerah pasar dan pertokoan. Juga  terdapat orang-orang Cina yang menjalankan  usaha dan yang bekerja sebagai tenaga  profesional (Lihat Gambar 9.10).

Migrasi sejak Perang Dunia II

Australia dulu terlibat dalam Perang Dunia II.  Selama terjadinya perang tersebut, industri  Australia telah berkembang. Telah pula didirikan  industri-industri baru.  Sesudah perang, industri Australia yang sedang  berkembang tersebut mengalami kekurangan  tenaga terampil. Juga disadari waktu itu bahwa  dengan adanya lebih banyak penduduk, berarti  pelaku ekonomi akan lebih banyak. Banyak orang  Eropa yang menderita akibat perang dan ingin  bermigrasi ke Australia untuk memulai hidup  baru. Pemerintah Australia mendorong terjadinya  migrasi pascaperang.

Mula-mula mayoritas migran adalah dari Inggris  dan Irlandia. Tak lama kemudian, banyak migran  dari negara Eropa yang mengikuti arus orang- orang yang datang untuk bermukim di Australia.  Kebanyakan dari para migran Eropa ini datang  dari Italia dan Yunani.

Orang Yunani

Beberapa orang Yunani bahkan telah bermigrasi  ke Australia sebelum tahun 1945. Orang-orang  ini mendirikan usaha seperti restoran dan kafe,  dan beberapa ada yang menjadi petani atau  membuka bioskop. Beberapa dari pemukim  Yunani ini ada yang tinggal bersama dalam suatu  kelompok masyarakat, tetapi ada juga yang  bermukim di desa-desa, menyatu dengan orang  Eropa lainnya. Para pemukim Yunani yang awal  ini kemudian menjadi kaya dan anak-anak  mereka seringkali memasuki profesi seperti  kedokteran dan hukum.

Menjelang tahun 1945 ada kira-kira 15.000 orang  Yunani yang menetap di Australia. Sesudah  Perang Dunia II lebih banyak lagi orang Yunani  yang mulai berdatangan. Antara tahun 1953 dan  1956 ada kira-kira 30.000 orang Yunani yang  berdatangan. Migrasi orang Yunani ini mencapai  puncaknya antara tahun 1961 dan 1966 ketika  lebih dari 16.000 orang Yunani masuk ke  Australia setiap tahun. Menjelang tahun 1971  ada kira-kira 160.000 orang Australia kelahiran  Yunani.

Banyak migran Yunani yang berasal dari daerah  pedesaan. Banyak dari mereka yang merasa  bahwa mereka tidak mempunyai ketrampilan  untuk bekerja di Australia. Maka mereka  berinisiatif mendirikan usaha sendiri. Usaha ini  meliputi restoran, toko buah-buahan, toko kue  dan penjualan ikan.

Orang Yunani mempertahankan kebudayaannya  secara kuat di Australia. Banyak orang Yunani  yang memilih untuk hidup saling berdekatan di  kota-kota di Australia. Perkampungan seperti  daerah Marrickville, Stanmore, dan Kensington  di Sydney serta daerah Brunswick, Prahran dan  Fitzroy di Melbourne mempunyai penduduk  Yunani dalam jumlah besar. Ada gereja-gereja  Yunani Ortodoks, ada kafe dan klub sepakbola  Yunani. Anak-anak para migran Yunani didorong  untuk mempelajari bahasa Yunani.

Orang Italia

Ada orang Italia yang sangat lama sekali menetap  di Australia, karena tertarik kepada penemuan  emas pada Abad Ke-19.  Keturunan orang-orang Italia ini, seperti halnya  keturunan orang Yunani, menjadi kaya dan  banyak terwakili dalam segala bidang kehidupan  dan profesi.

Kebanyakan orang Italia datang ke Australia  dalam jumlah besar sesudah Perang Dunia II.  Orang-orang Italia sangat menderita dampak  peperangan tersebut. Tingkat pengangguran  sangat tinggi di Italia (18%). Beberapa daerah  di Italia sangat miskin, terutama di selatan.  Banyak migran yang berasal dari daerahdaerah  yang miskin ini. Menjelang tahun  1954 penduduk Australia kelahiran Italia  mencapai jumlah 120.000. Menjelang tahun  1971 jumlah tersebut mencapai 290.000 orang.  Orang Italia merupakan kelompok migran  terbesar di Australia.

Para migran Italia banyak yang masih  mempertahankan rasa cinta kedaerahan. Orang  Italia yang berasal dari daerah-daerah seperti  Kalabria, Sisilia dan Veneto tinggal saling  berdekatan di Australia. Tiap-tiap daerah ini  mempunyai bahasa yang berlainan.  Seringkali   mereka menikah dengan orang dari daerah   yang sama. Adakalanya seluruh desa  bermigrasi ke Australia. Jadi, banyak ikatan  sosial asli dari Italia yang kemudian  dipindahkan ke Australia. Daerah seperti  Leichhardt di Sydney dan Carlton di  Melbourne merupakan daerah tempat tinggal  para keluarga Italia dan banyak usaha yang  didirikan oleh orang Italia. Ada kafe Italia, toko  pakaian, restoran dan t oko makanan Italia

Antara tahun 1947 dan 1970 ada kira-kira 5.500   orang Lebanon yang menetap di Australia.  Kebanyakan mereka beragama Kristen. Banyak  dari mereka yang bekerja di pabrik seperti pabrik  mobil Ford yang baru. Beberapa dari mereka ada  yang berpenghasilan cukup dan mendirikan  usaha sendiri seperti toko dan taksi.   Pada tahun 1975 pecahlah perang saudara di  Lebanon.  Terjadi banyak kerusakan. Hal ini  berakibat meningkatnya jumlah migran dari  Lebanon ke Australia. Pada tahun 1976-77,  tibalah di Australia 10.715 orang Lebanon. Di  antara migran Lebanon yang baru ini terdapat  orang yang beragama Islam. Menjelang tahun  1981 terdapat lebih dari 50.000 orang kelahiran  Lebanon yang menetap di Australia.

Juga ada orang Australia yang kelahiran negara  lain di Timur Tengah, seperti dari Mesir, Irak,  dan Siria. Orang Indonesia Migrasi dari Indonesia mulai terjadi di tahun  1970-an. Antara tahun 1976 dan 1986 jumlah  migran Indonesia meningkat menjadi 380. Pada  tahun 1995, dalam waktu dua belas bulan ada   1.013 orang migran dari Indonesia ke Australia.  Sekarang ada lebih dari 42.000 orang Australia  kelahiran Indonesia. Hubungan antara Australia  an Indonesia telah berkembang. Bahasa Indonesia  telah menjadi bahasa yang populer di antara  siswa-siswa Australia .

Orang Vietnam

Selama jangka waktu akhir 1970-an dan 1980-an  banyak migran yang berdatangan dari daratan  Indo-Cina. Kebanyakan mereka datang dari  Vietnam. Di Vietnam waktu itu terjadi  peperangan selama tigapuluh tahun. Juga terjadi  kerusuhan besar di Kamboja dan Laos. Terjadi  peperangan di Kamboja di tahun 1979. Banyak  orang dari negara-negara ini yang memutuskan  untuk pergi dari negaranya. Banyak dari mereka  yang pergi dengan menggunakan perahu kecil.  Mereka harus mengarungi lautan yang berbahaya.  Mulai tahun 1975 sampai pertengahan 1978 ada  kira-kira 30.000 ‘manusia perahu’ yang  meninggalkan Vietnam. Jumlah ini meningkat di  tahun berikutnya dan mencapai ratusan ribu  jumlahnya (Lihat Gambar 9.14).

Australia menerima ribuan pengungsi Indo-Cina.  Kemudian mereka datang sebagai migran. Mulai  tahun 1975 sampai 1985 ada 79.000 orang  Vietnam yang masuk ke Australia.Sekarang ada   200.000 orang Australia yang lahir di Vietnam.  Seringkali, para pengungsi tidak mempunyai  keluarga atau teman yang dapat membantunya.  Yang membantu mereka adalah kelompok kerja

sosial yang ada di Australia. Sekarang ada    kelompok-kelompok bantuan Vietnam. Ada  daerah-daerah yang menjadi tempat pemukiman  Vietnam, misalnya Cabramatta di Sydney (Lihat  Gambar 9.14) dan Richmond di Melbourne.

Sekarang banyak orang Vietnam yang  mempunnyai usaha sendiri. Banyak anak Vietnam  yang belajar di universitas.

Orang India

Orang India pertama kali datang ke Australia di  Abad ke-19. Di tahun 1890-an, di antara para  pemukim awal tersebut terdapat bangsa Sikh  dari Punjab yang tinggal di New South Wales  bagian utara. Mereka membuat perkebunan  pisang di sini.

Orang-orang India mulai berdatangan dalam  jumlah yang lebih besar di tahun 1970-an. Di  tahun 1991 terdapat lebih dari 61.000 orang  Australia kelahiran India. Kebanyakan mereka  adalah orang berpendidikan, 97% menggunakan  bahasa Inggris, dan mereka sudah terbiasa  dengan kebudayaan Inggris. Banyak dari mereka  yang menjadi tenaga ahli, termasuk menjadi  dokter, insinyur, ahli komputer dan ilmuwan.  Meskipun mereka berusaha mempertahankan  kebudayaannya (Lihat Gambar warna 16),  mereka tinggal di daerah-daerah yang berlainan,  dan kebanyakan hidup di antara orang-orang  yang berbahasa Inggris. Orang-orang India  juga berasal dari Fiji, Afrika Timur, Malaysia  dan Mauritius

Belum Ada Tanggapan to “Australia Multiculture”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: